Kabar mengenai Steam Deck kekurangan stok mendadak di toko resmi Valve yang berbasis di AS, serta di sejumlah pengecer lain, telah memicu kekhawatiran di kalangan penggemar. Spekulasi yang beredar mengaitkan kelangkaan Steam Deck ini dengan potensi kekurangan RAM yang diakibatkan oleh permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melonjak. Para gamer telah lama mencemaskan masa depan produk hardware Steam akibat kelangkaan ini, dan kini kekhawatiran tersebut semakin mendalam dengan habisnya stok perangkat genggam populer tersebut. Fenomena Steam Deck AI ini menjadi sorotan utama yang perlu dicermati.
Pengaruh AI pada Komponen Gaming
Gaming bisa menjadi hobi yang mahal, dan potensi biayanya dapat meningkat jika perkembangan terakhir seputar pusat data AI dan komponen perangkat keras terus berlanjut. Memori RAM, hard drive solid state (SSD), dan GPU yang digunakan dalam konsol serta PC gaming, semuanya mengalami kenaikan harga dan ketersediaan yang terbatas. Hal ini disebabkan oleh perusahaan-perusahaan AI yang memborong sebagian besar stok yang tersedia untuk mendukung sistem mereka.
Dalam beberapa kasus, produsen RAM bahkan meninggalkan pasar konsumen sama sekali. Mereka lebih memilih untuk menjual produk secara langsung kepada perusahaan AI ketimbang kepada individu. Kondisi ini secara langsung menimbulkan kekhawatiran baru, khususnya mengenai dampak kelangkaan ini terhadap ketersediaan perangkat Steam Deck. Banyak pihak memprediksi bahwa kelangkaan komponen menjadi faktor utama di balik Steam Deck kekurangan stok.
Steam Deck Habis Terjual di AS dan Kanada
Para gamer telah menyadari bahwa semua versi Steam Deck kini habis terjual di seluruh toko resmi Valve di AS dan Kanada. Sebelumnya, versi LCD 256GB dari Steam Deck telah dihentikan produksinya, dan kini model tersebut telah habis terjual. Ini berarti versi tersebut kemungkinan besar tidak akan lagi tersedia melalui toko.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah varian OLED 512GB dan 1TB yang lebih baru, yang masih diproduksi, juga telah habis terjual. Bahkan, sistem refurbished atau rekondisi pun menunjukkan bahwa stoknya benar-benar kosong. Meskipun konsol genggam ini masih dapat ditemukan di beberapa versi toko Steam internasional, tidak jelas apakah stok ini akan bertahan lama. Situasi ini menunjukkan kelangkaan Steam Deck yang signifikan di pasar kunci.




Konfirmasi Valve Mengenai Harga Steam Machine
Seorang insinyur Valve telah mengonfirmasi rumor bahwa Steam Machine tidak akan memiliki harga eceran yang disubsidi (MSRP). Ia menjelaskan alasan di balik keputusan ini, menunjukkan bahwa harga akan mencerminkan struktur harga PC. Ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang biaya komponen yang terus berfluktuasi.

Kelangkaan Komponen dan Potensi Penundaan Hardware Steam
Para penggemar Steam telah menyatakan banyak kekhawatiran mengenai kurangnya stok, dengan beberapa pihak menyarankan bahwa hal itu bisa jadi akibat dari kelangkaan RAM. Meskipun ada banyak alasan potensial mengapa perangkat genggam ini bisa habis terjual di AS, tidak menutup kemungkinan Valve menghadapi kesulitan dalam memproduksi sistem baru karena peningkatan biaya atau komponen yang tidak tersedia.
Lonjakan AI baru-baru ini dan permintaan komponen yang lebih tinggi dari biasanya telah menyebabkan Steam menunda pengungkapan harga Steam Machine, serta opsi hardware baru lainnya. Perusahaan tersebut sedang berusaha untuk menentukan harga di tengah fluktuasi pasokan dan biaya suku cadang yang sangat besar. Kondisi ini memperkuat indikasi adanya Steam Deck AI sebagai penyebab utama.
Sementara beberapa pihak khawatir bahwa habisnya perangkat ini bisa berarti Steam akan segera mengungkapkan Steam Deck baru, kemungkinan besar hal itu tidak terjadi. Valve telah menyatakan di masa lalu bahwa perusahaan tidak berencana memproduksi versi baru Steam Deck sampai dapat mencapai lompatan generasi dalam kinerja tanpa dampak negatif pada daya tahan baterai.
Bocoran juga mengindikasikan bahwa Steam Deck 2 mungkin tidak akan dirilis sampai tahun 2028. Jika Valve akan merilis Steam Deck 2 lebih cepat dari yang diperkirakan, kemungkinan besar mereka akan mengumumkannya bersamaan dengan pengungkapan Steam lainnya, seperti the Steam Machine, Steam Frame, dan Steam Controller baru.
Dampak Lebih Luas pada Industri Gaming
Meskipun situasi ini bisa jadi hanya kebetulan, hal tersebut tidak membuat para pemain merasa percaya diri tentang masa depan gaming secara umum. Rumor telah beredar bahwa konsol generasi berikutnya bisa ditunda karena kelangkaan komponen komputer. Harga TV dan layar komputer juga mungkin akan meningkat, dan komponen untuk PC gaming sudah mengalami lonjakan harga yang sangat besar.
Banyak gamer telah menyatakan frustrasi dengan AI dan permintaan yang diciptakannya. Beberapa di antaranya bahkan bertanya-tanya apakah streaming games akan menjadi masa depan hobi ini, mengingat kurangnya sistem gaming rumahan akibat kelangkaan Steam Deck dan hardware lain.
Nintendo Belum Terdampak Kenaikan Harga
Namun, tidak semua hal selalu suram bagi seluruh pasar gaming. Meskipun Micron Technology telah mengindikasikan kelangkaan RAM dapat berlangsung hingga setelah tahun 2026, sejauh ini, Nintendo tidak memiliki rencana langsung untuk menaikkan harga Switch 2 karena kenaikan harga komponen. Meskipun perusahaan menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi di masa mendatang, untuk saat ini, setidaknya para penggemar Nintendo tidak perlu khawatir.
Kekhawatiran akan Steam Deck kekurangan stok dan potensi dampak Steam Deck AI pada industri gaming secara keseluruhan masih menjadi topik hangat. Para penggemar terus memantau perkembangan pasokan dan harga komponen, berharap agar situasi ini dapat segera teratasi tanpa mengganggu inovasi dan aksesibilitas hardware gaming favorit mereka.
