Salah satu game terpopuler di tahun 2026, Dispatch, menghadapi kritik di awal tahun karena para penggemarnya tidak setuju dengan Dispatch Switch censorship pada versi Nintendo Switch dan Switch 2. Meskipun Dispatch bukan game yang terlalu vulgar, ia memang mengandung beberapa adegan NSFW yang menjadi target sensor pada perilisan Switch. Situasi ini, meski membingungkan dan membuat kesal penggemar yang mengharapkan pengalaman asli tanpa sensor, telah mencapai titik absurditas di mana sensor justru membuat game ini secara tidak sengaja menjadi lebih lucu. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di sumber berita asli.

Latar Belakang Kontroversi Dispatch Switch Censorship
Pada awal tahun 2026, Dispatch menjadi sorotan hangat di kalangan komunitas game karena penerapan Dispatch Switch censorship pada konsol Nintendo Switch dan Switch 2. Dispatch, yang dikenal karena keseimbangan humor dan karakter-karakter yang ditulis dengan baik, menampilkan beberapa adegan NSFW (Not Safe For Work) yang kemudian disensor dalam rilis konsol Nintendo.
Sensor ini berlaku secara default dan tidak menyediakan opsi untuk dimatikan, sebuah detail yang tidak diiklankan sebelumnya. Akibatnya, banyak penggemar yang membeli game di Switch merasa tertipu karena tidak mendapatkan pengalaman game yang mereka harapkan, yaitu versi tanpa sensor seperti pada platform lain.
Dispatch menampilkan adegan ketelanjangan pria dan wanita, serta gestur kasar seperti mengacungkan jari tengah. Semua contoh ini disensor dengan kotak hitam di atas konten dewasa, dan dalam beberapa kasus, audio NSFW juga dibisukan. Buku seni Dispatch yang tersedia di Nintendo eShop juga mengalami sensor serupa, dengan karakter yang lebih tertutup dibandingkan versi PC dan PS5 dari Digital Deluxe Edition. Perlu dicatat, fitur sensor ini adalah opsi yang bisa dihidupkan/dimatikan pada versi PC dan PS5, tetapi tidak pada versi Switch.
Pernyataan Pengembang dan Nintendo Mengenai Game Dispatch Nintendo
Kontroversi game Dispatch Nintendo ini semakin memanas ketika AdHoc, pengembang Dispatch, mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa Nintendo mewajibkan game tersebut untuk menyensor konten dewasanya demi memenuhi pedoman platform. Pernyataan ini bertujuan menjelaskan mengapa Dispatch di Switch memiliki perbedaan signifikan.
Nintendo kemudian mengeluarkan pernyataan lanjutan yang menjelaskan bahwa mereka memang mengharuskan pengembang untuk memastikan game memenuhi pedoman rating di setiap wilayah perilisannya. Namun, Nintendo menegaskan bahwa mereka tidak mendikte bagaimana pengembang memenuhi pedoman tersebut. Pernyataan dari Nintendo ini sedikit berbeda dengan klaim AdHoc, meninggalkan kebingungan di kalangan penggemar dan memicu berbagai spekulasi.
Disparitas ini memunculkan teori di kalangan penggemar Nintendo. Mereka berspekulasi bahwa AdHoc mungkin memutuskan untuk menggunakan versi game CERO (badan rating Jepang) yang memang sudah disensor untuk mematuhi pedoman Jepang, dan merilisnya sebagai versi internasional game Switch daripada membuat dua port terpisah. AdHoc belum mengomentari teori ini, namun hal ini dapat menjelaskan mengapa terjadi kebingungan antara pengembang dan Nintendo terkait kontroversi Dispatch Switch.
Absurditas yang Membuat Censorship Dispatch Switch Terasa Lucu
Meskipun memainkan Dispatch dengan konten dewasa yang disensor jelas merupakan cara yang kurang ideal untuk menikmatinya, pengalaman ini menciptakan jenis permainan Dispatch yang berbeda dan menghibur dengan caranya sendiri. Alasan utama mengapa censorship Dispatch Switch ini menjadi lucu adalah karena sensornya tidak berusaha menyembunyikan konten dewasa secara cerdik.
Alih-alih menggambar ulang adegan untuk menambahkan pakaian pada karakter atau menyembunyikan materi NSFW secara diam-diam dengan pembingkaian kamera, game ini justru hanya menempatkan bilah dan kotak hitam di atas adegan yang memerlukan sensor. Pendekatan ini secara tidak sengaja mengubah beberapa momen serius menjadi komedi absurd.
Sebagai contoh, cukup lucu melihat adegan di Dispatch Episode 2 di mana Invisigal mencoba menghentikan Lightningstruck merampok Granny’s Donuts, yang berakhir dengan Granny tergeletak tak sadarkan diri di lantai dengan bilah hitam besar menutupi bagian belakang tubuhnya. Contoh sensor lain yang secara tidak sengaja lucu datang dari pertama kali Robert bertemu Toxic, di mana ketelanjangannya ditutupi oleh kotak hitam yang sedikit mengurangi dampak komentar Robert tentang kurangnya pakaiannya.

Adegan sensor yang paling sureal terjadi di awal Dispatch Episode 4, di mana mimpi Invisigal memiliki beberapa audio yang disensor dengan nada ‘bleep‘ selain ketelanjangan yang ditutupi bilah hitam. Kombinasi bunyi ‘bleep‘ yang tepat waktu dan bilah sensor hitam di mana-mana hampir membuatnya tidak dapat dipahami secara lucu, namun implikasi dari apa yang terjadi masih tetap ada. Ini adalah cara yang absurd untuk menyajikan adegan ini sehingga seseorang tidak bisa menahan tawa, bahkan jika sensor memang mengurangi pengalaman Dispatch secara keseluruhan.
AdHoc mengklaim bahwa mereka sedang bekerja sama dengan Nintendo untuk mengatasi setidaknya beberapa konten yang disensor pada versi Switch. Namun, bagi para pemain yang bersedia melewati konten game dengan sensor saat ini, masih ada tingkat kenikmatan yang bisa didapat dari kemurnian absurditas sensor tersebut. Meskipun kontroversi Dispatch Switch ini menimbulkan kekecewaan, aspek komedinya yang tak terduga memberikan pengalaman bermain yang unik.
