Kabar mengejutkan datang dari studio pengembang game RPG veteran, Obsidian Entertainment. Game terbaru mereka, The Outer Worlds 2, dilaporkan mengalami performa yang kurang memuaskan, dan yang lebih penting, studio tersebut telah mengkonfirmasi tidak ada rencana untuk melanjutkan seri tersebut dengan game ketiga. Ini menandai perubahan arah yang signifikan bagi salah satu judul besar Obsidian, terutama setelah jadwal rilis padat di tahun 2025.

Masa Depan Obsidian dan The Outer Worlds 2
Kabar mengenai terhentinya pengembangan The Outer Worlds 2 ini muncul di tengah laporan bahwa game tersebut tidak berhasil memenuhi ekspektasi. Meskipun tidak ada detail spesifik mengenai angka penjualan atau ulasan, keputusan untuk tidak melanjutkan seri ini menyiratkan adanya kekecewaan internal.
Berbeda dengan nasib sekuel The Outer Worlds 2, game Grounded 2, yang juga rilis pada tahun 2025, justru menjadi sebuah hit besar. Keberhasilan Grounded 2 semakin menyoroti perbedaan dalam siklus pengembangan. Grounded 2 hanya membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapai early access, jauh lebih singkat dibandingkan lebih dari enam tahun yang diperlukan untuk pengembangan Avowed dan The Outer Worlds 2.
Jadwal Rilis Padat dan Implikasinya
Pada tahun 2025, Xbox sempat menggembar-gemborkan Obsidian akan meluncurkan tiga game dalam waktu delapan bulan. Ini termasuk Avowed pada bulan Februari, Grounded 2 dalam early access pada bulan Juli, dan The Outer Worlds 2 pada bulan Oktober. Namun, Direktur Desain studio, Josh Sawyer, mengungkapkan bahwa upaya ini adalah “hasil dari hal-hal yang salah” dan tidak mungkin terulang kembali.
Sawyer menjelaskan kepada Bloomberg bahwa menjadwal ulang rilis game sangat membantu perusahaan dalam mengelola sumber daya dan mencegah kelelahan karyawan. Menurutnya, merilis tiga game dalam satu tahun bukanlah praktik yang baik dan merupakan indikasi adanya masalah dalam proses pengembangan. Ini menunjukkan bagaimana tekanan jadwal dapat berdampak pada kualitas dan keberlanjutan proyek.
Tantangan Pengembangan Avowed dan Sekuel The Outer Worlds
Pengembangan Avowed juga tidak mulus. Awalnya, game ini dirancang sebagai pengalaman multiplayer dengan ambisi menyerupai perpaduan antara The Elder Scrolls dan Destiny. Namun, mode online co-op akhirnya dihapus dan proyek tersebut di-reboot total. Diperlukan waktu untuk menstabilkan pengembangan, hingga akhirnya kedatangan Carrie Patel sebagai direktur membawa game ini ke jalur yang lebih baik, meskipun sudah tiga tahun proyek berjalan.
Sementara itu, laporan Bloomberg mengemukakan bahwa pengembangan Obsidian The Outer Worlds 2 yang memakan waktu lama disebabkan oleh pandemi dan berbagai tantangan teknis. Masalah-masalah ini kemungkinan besar berkontribusi pada performa game yang tidak sesuai harapan, yang pada akhirnya memengaruhi keputusan untuk tidak melanjutkan sekuel The Outer Worlds berikutnya.
Arah Strategis Baru Obsidian
Fokus utama Obsidian kini beralih pada upaya untuk memastikan game dapat dibuat dengan timeline pengembangan yang lebih pendek. Selain itu, mereka juga berencana untuk merilis game dengan jeda waktu yang lebih teratur. Tujuannya adalah untuk mencapai margin keuntungan yang lebih besar dari Microsoft.
Brandon Adler, yang menjabat sebagai direktur untuk The Outer Worlds 2, menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar menyukai siklus pengembangan lima, enam, atau tujuh tahun. Ia menambahkan, “Kami sudah terbiasa dengan hal itu.” Pernyataan ini menegaskan keinginan studio untuk menghindari proyek-proyek yang memakan waktu terlalu lama dan tidak efisien.
Mengenai target margin keuntungan Microsoft yang mencapai 30% untuk beberapa studio Xbox, bos Obsidian, Feargus Urquhart, berharap perusahaan tetap mendanai proyek yang lebih berisiko. Urquhart juga menyatakan harapannya agar Microsoft dapat menerima bahwa profitabilitas mungkin tidak selalu mencapai 30% pada proyek-proyek tertentu. Ini menunjukkan pentingnya dukungan bagi inovasi, bahkan jika itu berarti kompromi pada target keuntungan.
Video Terkait
The Outer Worlds 2 Video Review
Setelah jadwal rilis yang melelahkan pada tahun 2025, Obsidian belum mengumumkan proyek selanjutnya. Namun, pekerjaan pada Grounded 2 terus berlanjut. Ada indikasi bahwa dunia Eora, yang dikenal dari seri Pillars of Eternity, akan dikunjungi kembali. Selain itu, Avowed juga akan diluncurkan untuk PlayStation 5 akhir bulan ini. Marcus Morgan, VP Operasi Obsidian, juga menyinggung pertanyaan yang sering dilontarkan penggemar, “Kapan New Vegas berikutnya?” Ini merujuk pada game Fallout kesayangan studio yang menjadi inspirasi untuk setting musim kedua serial TV Amazon yang sukses.
