Bandai Namco kembali dengan game absurd nan seru, Once Upon A KATAMARI, yang siap menggulung perhatian gamer. Dalam Once Upon A KATAMARI review ini, kami akan mengupas tuntas pengalaman bermain game Katamari terbaru ini yang masih membawa keanehan, warna mentereng, dan humor khas seri. Penulis membagikan ulasan singkat mengenai gameplay Once Upon A KATAMARI yang tidak hanya menghibur tetapi juga menantang.
Kisah Absurd King of All Cosmos
Dikisahkan bahwa sang raja kosmos, “King of All Cosmos,” lagi-lagi menciptakan kekacauan. Dengan tidak sengaja, ia menghancurkan Bumi dan segala bintang di langit. Tugas berat untuk membereskan kekacauan ini diserahkan kepada pemain, yang disebutnya sebagai “The Prince.”
The Prince yang kecil memulai perjalanan melintasi berbagai era dan waktu. Misinya adalah menggulung seluruh objek dari setiap zaman untuk memulihkan alam semesta kembali. Petualangan ini membawanya dari zaman Edo di Jepang, ke wild west di Amerika, hingga terlempar kembali ke zaman purba tempat dinosaurus masih hidup.
Ceritanya penuh humor yang aneh dan absurd, ditambah dengan cutscene kocak tanpa dialog. Meskipun tanpa dialog, pesan ceritanya mudah dimengerti, menunjukkan comedic writing yang sangat bagus dalam Once Upon A KATAMARI review ini. Pengalaman story dalam game ini mencapai 83%. Pembaca dapat menemukan ulasan story game menarik lainnya, seperti My Hero Academia Season 8 Episode 3.

Mekanisme Gameplay Gulung Bola yang Adiktif
Inti dari gameplay Once Upon A KATAMARI terletak pada formula roll-ball yang sudah dikenal. Pemain menggunakan bola “katamari” yang dapat membuat objek di sekitarnya melekat. Bola katamari ini akan tumbuh membesar seiring dengan benda-benda yang masuk dalam gelindingannya.
Objek yang bisa direkatkan ke katamari sangat beragam, mulai dari kertas, batu, tanaman, manusia, bahkan dinosaurus. Hal ini menambah elemen kelucuan dan keseruan dalam game Katamari ini. Stage yang dihadirkan juga menyajikan berbagai tantangan seru.
Ada tantangan waktu, tantangan merekatkan barang-barang tertentu saja, serta tantangan mencapai ukuran centimeter tertentu dengan kuota barang yang sedikit. Ini memastikan pemain tidak bisa asal menggulung. Aspek gameplay mendapatkan skor 85%. Untuk ulasan gameplay lainnya, Anda bisa membaca Contraband Police PS5.

Fitur Multiplayer KatamariBall dan Booster
Once Upon A KATAMARI juga menyediakan mode multiplayer kompetitif yang disebut “KatamariBall.” Mode ini mendukung hingga 4 pemain, baik secara online maupun offline. Setiap pemain berusaha menggulung katamari sebesar mungkin dalam waktu terbatas.
Pemain juga bisa menggulung lawan untuk menghambat progres mereka, menciptakan nuansa kompetitif yang segar dan santai. Agenda menggulung ini turut dibantu dengan alat-alat seperti magnet, radar, dan roket. Benda-benda booster ini dapat ditemukan sepanjang permainan. PSTORESLOT
Booster ini tidak bisa ditumpuk, tetapi dapat dibawa ke stage selanjutnya, menambah strategi dalam setiap level game Katamari ini.

Kustomisasi Karakter dan Visual Penuh Warna
Dalam Once Upon A KATAMARI, pemain memiliki pilihan untuk bermain sebagai The Prince atau salah satu dari Cousins. Setiap karakter dapat disesuaikan warna, wajah, dan fitur lainnya agar tampil lebih unik dan personal.
Visual game ini memiliki gaya yang aneh tapi lucu serta menarik. Grafisnya digambarkan sebagai blocky atau kotak-kotak, penuh warna cerah, dan objek absurdnya sangat mudah dikenali. Efek reaksi objek saat tertempel pada katamari serta ekspresi karakter di pojok kanan bawah tampil berbeda-beda sesuai dengan era.
Animasi pergerakan NPC terlihat kaku, namun hal ini masuk akal mengingat desain karakter dan lingkungannya yang serba kotak seperti origami. Aspek visual grafik meraih skor 80%. Untuk berita seputar grafis, Anda dapat melihat NVIDIA RTX 5000 Super.

Aspek Audio: Musik J-Pop dan Efek Suara Kocak
Dari semua aspek yang dihadirkan oleh Once Upon A KATAMARI, musiknya menjadi juara. Komposisi soundtrack-nya penuh dengan nuansa J-Pop yang energik dan penuh semangat, membuat pengalaman gameplay Once Upon A KATAMARI semakin hidup.
Efek suara juga sangat mendukung, seperti ekspresi lucu saat objek besar menempel, atau teriakan dramatis dari manusia yang kena gulung. Suara dari King of All Cosmos terdengar seperti DJ yang sedang menggesek turntable dengan bunyi “pecik pecik pecik pecik” yang menambah unsur kelucuan.
Aspek suara dan musik mendapatkan skor 89%. Bagi penggemar game dengan soundtrack terbaik, Anda mungkin tertarik dengan game mirip Undertale 3D.

Kesimpulan Once Upon A KATAMARI: Layak Dimainkan?
Apakah Once Upon A KATAMARI layak dimainkan? Jawabannya adalah sangat layak! Terutama jika Anda mencari game yang santai dan lucu namun tetap menyajikan pengalaman seru. Meskipun King of All Cosmos mungkin sedikit menyebalkan dengan pop-up message yang tiba-tiba muncul di tengah layar, terutama di stage berbatas waktu, hal ini tidak terlalu mengurangi keseruan.
Secara keseluruhan, Once Upon A KATAMARI memiliki konsep unik, gameplay Once Upon A KATAMARI yang menarik, desain karakter yang menggemaskan, visual yang oke untuk game santai, dan musik yang eargasm, semuanya dikemas menjadi satu. Bandai Namco sekali lagi berhasil menciptakan pengalaman bermain yang luar biasa.
Review Breakdown:
- Story: 83%
- Gameplay: 85%
- Visual Grafik: 80%
- Sound / Music: 89%
Dengan skor keseluruhan 84%, Once Upon A KATAMARI menjadi pilihan yang solid bagi para penggemar game unik. Ini adalah Once Upon A KATAMARI review yang menunjukkan betapa berharganya game ini.

