Aktris peraih tiga Oscar, Meryl Streep, baru-baru ini melontarkan pernyataan tegas mengenai formula film yang ia sebut sebagai ‘Marvel-ized‘. Dalam sebuah wawancara terkait film terbarunya, The Devil Wears Prada 2, Meryl Streep film Marvel ditudingnya terlalu terpaku pada narasi ‘pahlawan baik versus penjahat jahat’ yang ia anggap membosankan. Kritik pedas ini menarik perhatian banyak pihak di industri perfilman dan para penggemar.
Meryl Streep menyuarakan pandangannya tentang formula yang dianggapnya klise tersebut, mengatakan bahwa ia merasa perlu untuk mengambil jeda dari genre film semacam itu. Lebih lanjut, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap pola cerita yang seringkali ditemukan dalam film-film modern, khususnya yang mengadopsi gaya seperti film pahlawan super.
Kritik Meryl Streep terhadap Formula Film ‘Marvel-ized’
Saat membahas bagaimana The Devil Wears Prada 2 menggambarkan karakter Miranda Priestly dengan lebih realistis, Streep mengungkapkan pandangannya tentang tren perfilman saat ini. Ia merasa bahwa seringkali film-film, termasuk kategori film superhero, cenderung terlalu ‘Marvel-ize‘ alur ceritanya. Menurutnya, pendekatan ini hanya menghadirkan karakter penjahat yang jelas-jelas jahat dan pahlawan yang sepenuhnya baik, sebuah pola yang ia nilai sangat membosankan.
Kritik Meryl Streep film Marvel ini menekankan pentingnya kompleksitas dalam penceritaan. Baginya, kehidupan nyata jauh lebih rumit dan penuh nuansa, di mana garis antara kebaikan dan kejahatan seringkali kabur. Pendekatan naratif yang terlalu sederhana, seperti yang ia amati dalam banyak film yang terinspirasi gaya Marvel, gagal menangkap esensi kerumitan manusia dan konflik yang lebih mendalam.
The Devil Wears Prada 2 sebagai Legacy Sequel
Film The Devil Wears Prada 2 hadir sebagai salah satu legacy sequel terbaru yang dirilis di Hollywood. Konsep legacy sequel ini berbeda dari sekuel biasa, di mana ia tidak hanya melanjutkan cerita tetapi juga membawa kembali esensi dan nostalgia dari film aslinya.
Tidak seperti proyek-proyek lain yang mungkin sekadar menghadirkan kembali aktor ikonis seperti Tom Cruise dalam pesawat jet, atau memasangkan Proton Packs kepada para Ghostbusters baru, The Devil Wears Prada 2 menonjolkan pendekatan yang lebih otentik. Sekuel yang telah lama dinantikan selama bertahun-tahun ini berhasil menyatukan kembali jajaran pemeran asli. Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci, serta pemeran lainnya, kembali untuk sebuah cerita baru yang berpusat pada dunia jurnalisme mode yang terus berkembang dan berubah dengan cepat. Ini menjadi daya tarik utama bagi para penggemar film pertamanya.
Film orisinal The Devil Wears Prada pertama kali tayang di bioskop pada tahun 2006, yang berarti sudah dua puluh tahun berlalu. Jeda waktu yang panjang ini membuat perubahan pada karakter-karakter legendarisnya menjadi hal yang wajar dan dapat dinantikan. Meryl Streep berpendapat bahwa adanya “garis-garis yang kabur” antara karakter baik dan jahat, serta adanya “perubahan tak terduga” yang mungkin dialami oleh karakter, justru menghasilkan film yang lebih menghibur dan relevan dengan realitas.
Kompleksitas Karakter: Pahlawan Bercacat dan Penjahat yang Manusiawi
Streep menambahkan bahwa hal yang menarik dari kehidupan adalah ketika beberapa pahlawan memiliki cacat atau kelemahan. Sebaliknya, beberapa penjahat justru digambarkan sebagai sosok yang manusiawi, menarik, dan memiliki kekuatan unik mereka sendiri. Pandangan ini menyoroti keinginannya terhadap penggambaran karakter yang lebih realistis dan mendalam, jauh dari stereotip hitam-putih yang seringkali mendominasi film dengan plot sederhana. Ia percaya bahwa kekacauan dan kompleksitas dalam karakter justru membuat cerita menjadi lebih autentik dan menarik bagi penonton.
Hal inilah yang ia sukai dari The Devil Wears Prada 2. Menurut Streep, film ini menawarkan cerita yang “lebih berantakan” atau messier. Ini menunjukkan bahwa ia menghargai narasi yang tidak takut untuk mengeksplorasi sisi abu-abu moralitas dan dinamika hubungan antar karakter, alih-alih menyajikan konflik yang jelas antara ‘yang baik’ dan ‘yang jahat’. Film ini berani menyajikan karakter yang berkembang dan tidak selalu konsisten, mencerminkan kompleksitas manusia di dunia nyata.
Ulasan dan Penayangan The Devil Wears Prada 2
The Devil Wears Prada 2 memberikan penampilan baru kepada karakter Miranda Priestly yang diperankan oleh Meryl Streep. Film ini telah tayang perdana pada tanggal 1 Mei 2026. Dalam ulasan yang diberikan, film ini menerima skor 7/10. Penilaian tersebut mencerminkan kualitas film yang mampu menghibur penonton dengan alur cerita dan pengembangan karakternya.
Dalam ulasan kami, disebutkan bahwa, “Jika Anda mencari pengalaman untuk kembali menyelami dunia fesyen tinggi New York yang glamor dan menawan dengan mudah, Anda akan senang dengan familiaritas yang ditawarkan oleh The Devil Wears Prada 2.” Namun, ulasan juga menambahkan peringatan: “Tetapi jika Anda menginginkan karakter yang persis sama dengan yang Anda temui di film pertama, Anda mungkin akan menemukan film ini sebagai perubahan kecepatan yang cukup besar.” Pernyataan ini menegaskan bahwa sekuel ini menawarkan evolusi karakter yang berbeda, sejalan dengan visi Meryl Streep tentang cerita yang lebih realistis dan ‘berantakan’.
Video Terkait
The Devil Wears Prada 2 – Official Final Trailer
Artikel ini ditulis oleh Michael Cripe, seorang penulis lepas untuk IGN. Ia dikenal atas karyanya di berbagai situs seperti The Pitch, The Escapist, dan OnlySP. Anda bisa mengikuti aktivitasnya di Bluesky (@mikecripe.bsky.social) dan Twitter (@MikeCripe).
